MENU NAVIGASI

Archive : Category

Ini Dia Perbedaan Transmisi Sepeda Motor

POSTED ON January 5th, 2018  - POSTED IN Berita

Saat ini pengguna sepeda motor semakin banyak jumlahnya di jalan raya. Sepeda motor banyak dipilih karena dianggap lebih nyaman digunakan ketika berkendara di jalan yang semakin padat dengan kendaraan bermotor. Jenis sepeda motor di jalan raya ini beragam, mulai dari motor yang punya transmisi manual sampai motor yang punya transmisi otomatis. Nah, kamu sendiri memilih untuk menggunakan jenis motor yang mana? Untuk memudahkan kamu memilih, sebaiknya pahami dulu perbedaan dari kedua transmisi sepeda motor ini.

  • – Transmisi Manual

Sepeda motor yang bertransmisi manual ini mengharuskan kamu mengatur gigi sendiri sehingga kecepatan motor tergantung dari gigi yang kamu pilih, tetapi motor dengan transmisi manual lebih hemat bahan bakar dan lebih siap digunakan untuk medan jalan menanjak, menurun, ataupun landai. Perawatan sepeda motor yang bertransmisi manual ini juga lebih mudah, jadi lebih hemat dari segi perawatannya. Tetapi ada kekurangan dari jenis motor yang bertransmisi manual ini, yaitu kamu harus mengeluarkan tenaga lebih saat mengganti gigi ketika jalanan macet dan harga jualnya juga cukup rendah.

 

  • – Transmisi Otomatis

Saat ini motor matik banyak dipilih karena memang banyak pengendara yang merasa motor matik lebih nyaman digunakan. Motor matik ini menggunakan transmisi otomatis, jadi lebih memudahkan kamu karena kamu hanya perlu menarik dan menurunkan tuas gas untuk menjalankan sepeda motor. Sepeda motor yang bertransmisi otomatis ini lebih nyaman dikendarai di jalan raya, terutama saat kondisi jalan raya cukup padat. Tetapi dibalik kemudahannya, motor yang bertransmisi otomatis  ini lebih boros bahan bakar karena perpindahan gigi diatur oleh mesin. Untuk perawatan sendiri juga lebih mahal, karena mesin motor yang bertransmisi otomatis lebih rumit dibanding jenis motor lainnya.

Bagaimana, kamu sudah tahu mana jenis motor yang akan kamu pilih? Sepeda motor yang bertransmisi manual maupun otomatis ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu, kamu bisa menyesuaikan sepeda motor dengan kebutuhan kamu.

5 Tips Bikin Motor Matik Awet

POSTED ON January 3rd, 2018  - POSTED IN Berita

Saat ini sepeda motor dengan jenis matik banyak dipilih karena dianggap lebih nyaman dikendarai di jalan raya terlebih dalam kondisi jalanan yang macet. Segala sesuatu yang sering dipakai memang butuh perawatan, tak terkecuali motor matikmu. Perawatan motor matik ini penting dilakukan untuk menjaga performa motor kamu agar tetap prima dan motor matik lebih panjang umur. Berikut ini ada lima tips untuk bikin motor matik awet.

  1. 1.         Oli

Oli ini penting untuk semua kendaraan termasuk motor matikmu. Untuk itu sebaiknya kamu rutin mengganti oli motor ini setiap kilometer di motor kamu sudah bertambah 1000 km. Mengganti oli mesin ini penting biar performa motor kamu tetap maksimal, dan tidak ada kendala saat berada di jalan raya.

 

  1. 2.         Atur Kecepatan

Kemudahan yang ditawarkan motor matik ini kadang membuat pengendaranya terlena dan sering mengganti laju kecepatan secara tiba-tiba. Perubahan kecepatan dari rendah ke tinggi ini bisa membuat mesin motor matik kamu rusak. Jangan sampai kamu harus mengeluarkan dana lebih untuk memperbaiki sparepart yang rusak akibat cara berkendara yang salah.

 

  1. 3.         Panaskan Mesin

Biasakan untuk selalu memanaskan mesin motor matikmu sebelum digunakan. Memanaskan mesin motor matik ini sangat berguna untuk menjaga kinerja mesin agar tetap stabil. Panaskan mesin motor matik selama 5-10 menit setiap harinya, dan biasakan untuk selalu menggunakan starter kick saat menyalakan mesin motor matikmu.

 

  1. 4.         Periksa Aki dan Busi

Aki ini penting untuk kamu periksa, jangan sampai motor kamu mogok ditengah jalan karena aki motor matikmu sudah tidak bagus. Setelah memeriksa kondisi aki, sebaiknya kamu memeriksa kondisi busi motormu. Busi yang karat atau kotor pasti akan mengganggu kenyamanan kamu saat berkendara karena proses pembakaran dalam mesin terganggu.

 

  1. 5.         Periksa Belt

Motor matik ini menggunakan belt sebagai penggerak, untuk itu kamu perlu melakukan pengecekan venbelt secara rutin. Apakah venbelt di motor matikmu ini masih aman untuk dipakai, jangan sampai venbelt mengalami kerusakan dan terputus saat motor kamu sedang melaju di jalan raya.

Membuat motor matik lebih awet tentunya membutuhkan usaha dengan melakukan pengecekan secara rutin. Untuk itu, luangkan waktu kamu sedikit saja untuk memeriksa kondisi motor matikmu. Menjaga performa motor tetap maksimal, pastinya bisa membuat kamu lebih nyaman dan aman berkendara.

Ini Akibat Menyiram Air di Cakram Panas

POSTED ON January 1st, 2018  - POSTED IN Berita

Rem jadi salah satu bagian yang penting dalam satu rangkaian sepeda motor yang berfungsi untuk mengurangi kecepatan laju kendaraan kamu. Bayangkan saja kalau tidak ada rem, sepeda motor kamu pasti sulit untuk dikendalikan saat berada di jalan raya.

Saat ini rem cakram banyak digunakan di sepeda motor lantaran dianggap lebih unggul dari rem tromol karena pengeremannya bisa lebih maksimal. Selain itu, rem cakram juga lebih cepat dingin dibanding rem tromol. Rem cakram ditaruh di bagian depan karena tumpuan sepeda motor biasanya lebih besar di bagian depan.

Tapi rem cakram ini juga punya kekurangan. Karena rem cakram ini berada di luar jadi rentan terkena debu yang lama-kelamaan bisa merusak cakram. Untuk itu, rem cakram ini memerlukan perawatan agar tetap bisa bekerja maksimal.

Salah satu yang harus kamu perhatikan dari rem cakram adalah jangan menyiramnya dengan air saat rem cakram dalam kondisi panas. Kondisi rem cakram yang panas memang bisa menurunkan performa rem itu sendiri, tapi dengan menyiramnya akan merusak rem cakram. Cara terbaik untuk mendinginkan rem cakram adalah dengan menunggu sampai suhu rem cakram menurun, lalu siram dengan air yang bersih untuk mempercepat proses pendinginan.

Sebaiknya, kamu juga memperhatikan penggunaan rem cakram ini, terlebih saat kamu akan melewati banyak jalan menurun. Jalan yang menurun ini akan membuat rem cakram bekerja lebih keras dan lebih cepat panas. Cakram yang panas ini bisa menurunkan daya cengkram rem. Kamu juga bisa rutin memeriksa kondisi rem cakram kalau sedang melakukan perjalanan jarak jauh dengan kondisi jalan menanjak dan menurun.

Kenapa Mesin Motor Mati saat Terjatuh?

POSTED ON December 30th, 2017  - POSTED IN Berita

Perilaku berkendara yang baik saat di jalan raya sangat penting untuk dilakukan. Bukan hanya menjaga keselamatan diri kamu, tapi juga bisa menjaga keselamatan pengendara lain. Saat ini jumlah pengendara sepeda motor yang ada di jalan raya semakin banyak, hal ini berdampak sama meningkatnya kecelakaan lalulintas yang melibatkan sepeda motor.

Kecelakaan yang paling sering terjadi di jalan raya adalah antara sepeda motor dengan sepeda motor. Hal ini terjadi karena pengendara hilang fokus atau tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Saat sepeda motor bertabrakan dengan kendaraan lain sampai sepeda motor jatuh menyentuh aspal, biasanya mesin sepeda motor akan langsung mati.

Kalau kamu mengalami kejadian seperti ini, kamu tidak perlu panik karena hal ini wajar terjadi. Setiap motor yang baru dibuat, terlebih jenis motor injeksi sudah dilengkapi dengan sensor yang akan langsung mematikan mesin kendaraan kamu ketika sepeda motor terjatuh. Sensor ini punya nama beragam tergantung merek motornya. Tetapi intinya sama, yaitu motor injeksi sudah dilengkapi sensor sudut kemiringan yang akan mematikan mesin sepeda motor saat sepeda motor kamu dalam posisi miring lebih dari 60 derajat.

Saat sepeda motor kamu miring sampai kemiringan 60 derajat, informasi ini akan dikirimkan ke Electronic Control untuk menghentikan mesin kendaraan kamu. Untuk mengatasinya, kamu cukup menempatkan kunci kontak pada posisi off, dan mulai nyalakan lagi motor kamu seperti awal.

Inilah Efek Buruk Penggunaan Cairan Anti Bocor di Ban

POSTED ON December 29th, 2017  - POSTED IN Berita

Saat ini ban tubeless banyak dipilih karena dianggap lebih nyaman dibandingkan ban biasa. Lantaran tidak langsung kempes saat mengalami kebocoran, jadi ban ini dianggap lebih aman saat dipakai di jalan raya. Terutama saat malam hari dimana banyak bengkel sepeda motor yang tutup.

Biasanya saat kamu melakukan penggantian dari ban biasa jadi ban tubeless, petugas bengkel akan menawarkan untuk mnggunakan cairan anti boco. Mereka mengatakan kalau cairan anti bocor ini bisa membantu menutup lubang atau bocor di ban kamu secara otomatis. Walaupun terdengar sangat menjanjikan, tapi ternyata cairan anti bocor ini ditengarain juga punya efek buruk untuk ban motor kamu. Apa saja?

–              Menyumbat Pentil

Dibalik segala kemudahan yang ditawarkan cairan anti bocor ini, ternyata cairan ini sangat berpotensi untuk menyumbat pentil ban motor kamu. Cairan anti bocor ini akan langsung berubah menjadi gel saat menemukan lubang, termasuk lubang pentil ban motor kamu. Kalau sudah begini, kamu harus membersihkan lubang penti, mengganti pentil, atau bahkan mengganti ban kamu.

 

  • Pelek Karatan

Cairan anti bocor yang dimasukkan ke dalam ban sangat berpotensi membuat pelek ban motor kamu karatan, terutama di bagian dalamnya. Hal ini disebabkan karena cairan anti bocor ini punya pH yang bisa bikin pelek berkarat dalam jangka panjang. Pelek yang berkarat tentunya bisa merusak ban kamu juga, dan tak jarang kamu harus mengganti pelek beserta ban yang baru.

Dibalik manfaat yang ditawarkan, penggunaan cairan anti bocor ini bisa jadi berpotensi membuat pengeluaran kamu lebih banyak di kemudian hari. Untuk itu, sebaiknya pikirkan lagi apakah perlu memakai cairan anti bocor atau tidak untuk ban tubelessmu.

Wajib Tahu! Ternyata ini Fungsi dan Cara Penggunaan Choke pada Motor

POSTED ON December 27th, 2017  - POSTED IN Berita

Memanaskan mesin motor di pagi hari sebelum bepergian seakan sudah jadi tabiat para pengendara motor. Hal ini dikarenakan temperatur mesin dan udara dingin, sehingga mengakibatkan proses pencampuran bahan bakar dan udara menjadi kurang optimal. Cara mengatasi masalah ini, biasanya pabrikan menjejali fitur choke pada motor yang mempunyai sistem karburator. Lantas sebenarnya, apa fungsi choke pada motor tersebut? Lalu bagaimana cara menggunakan choke? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian choke adalah sebuah sistem pada karburator mesin baik motor atau mobil yang bertujuan untuk mendukung kinerja mesin saat kondisi mesin masih dingin. Sederhananya, choke berguna untuk memberikan suplai bahan bakar pada motor kamu. Contohnya, saat karburator tidak bekerja dengan baik di pagi hari, sehingga menyebabkan pengisian bahan bakar di ruang bakar menjadi lebih lama. Pada saat itulah choke difungsikan untuk menutup lubang udara, sehingga bensin akan lebih banyak terhisap dibanding udara. Singkatnya choke akan mengguyur atau membasahi ruang bakar, hasilnya mesin dapat bekerja lebih awal.

Dalam perkembangannya, choke dibagi menjadi dua, yakni choke model butterfly dan tipe piston. Namun kebanyakan pengendara motor kurang memahami sistem choke pada kendaraannya, sehingga terjadi kesalahan dalam penggunaan, misalnya pada choke tipe piston, pengendara menggunakan choke seraya membuka gas pada waktu akan hidupkan mesin. Padahal cara itu ternyata salah, maka kenali dulu choke pada motor kamu sebelum menggunakannya. Berikut adalah tipe choke motor:

  • Choke butterfly

Untuk model ini, saat choke diaktifkan dan posisi gas dibuka, tidak akan ada masalah, karena venturi tertutup penuh meski skep karburator terbuka, debitnya yang semakin banyak karena bahan bakar akan keluar lewat lubang nosel.

  • Choke tipe piston

Berbeda dengan choke butterfly, choke tipe piston yang terletak pada motor, memiliki jalur sendiri supaya menambah debit bahan bakarnya, yakni dari lubang pelampung ke venturi yang melalui lubang udara. Choke ini pantang untuk buka gas dan choke aktif, skep harus menutup penuh lubang venturi agar udara mengalir melalui lubang venturi, bukan melalui jalur choke.

Cara menggunakan sistem choke ini sangat mudah, yakni hanya dengan menarik tuas choke yang berada di stang motor sebelah kiri di bawah klakson, setelah itu kamu langsung bisa menghidupkan mesin motor kamu. Namun tidak semua tuas choke berada di stang motor, ada pula choke yang diletakkan di area karbu. Sementara untuk motor berteknologi injeksi, sudah tidak lagi memiliki choke, karena sistem ini sudah diambil alih secara keseluruhan oleh rangkaian EFI (Electronic Fuel Injection).

Dampak Motor Injeksi Menerobos Banjir

POSTED ON December 25th, 2017  - POSTED IN Berita

Intensitas hujan di sejumlah wilayah di Indonesia saat ini semakin tinggi, hal itu menyebabkan genangan air, bahkan banjir di beberapa wilayah yang mempunyai struktur tanah rendah. Bagi kamu yang hendak bepergian dengan sepeda motor, kamu dituntut untuk lebih mawas diri, jangan sampai kendaraan yang digunakan mogok karena nekat menerobos banjir, terlebih jika kamu mempunyai motor berjenis injeksi.

 

Injeksi merupakan suatu metode pencampuran bahan bakar dengan udara pada kendaraan bermotor untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna. Injeksi membutuhkan perangkat bernama injector, yang bertugas me-nyuplai campuran bahan bakar dengan udara. Sistem injeksi merupakan teknologi penerus sistem karburator pada kendaraan bermotor. Meski motor jenis ini sedang menjadi idola di kalangan pengendara, namun kamu tetap wajib waspada karena motor injeksi juga memiliki kelemahan, utamanya saat hujan datang dan banjir di mana-mana.

 

Jika kamu menerobos saat ketinggian air di batas setengah ban atau masih di bawah lubang knalpot, itu tidak mengapa. Tapi lain halnya jika banjir diterjang sudah setinggi ban, itu sangat bahaya karena akan menimbulkan korsleting. Bila kamu memaksakan menerjang banjir dalam keadaan mesin menyala di ketinggian air melebihi knalpot, maka air yang masuk ke mesin membuat motor mogok, bahkan parahnya motor bisa terkena water hammer.

 

Water hammer terjadi akibat adanya air yang masuk ke ruang bakar mesin saat motor melintasi banjir dalam kondisi mesin menyala. Air akan masuk akibat tersedot melalui filter udara sehingga menyebabkan ledakan dalam ruang bakar mesin. Ini bisa mengganggu proses kerja mesin karena tidak bisa mengkompresi udara. Belum lagi, komponen yang terdapat dalam mesin bisa mengalami kerusakan. Bisa jadi setang shaker atau setang piston motor kamu patah, atau busi motor mati.

 

Untuk motor matik, kemungkinan besar air akan masuk ke bagian CVT (Continous Variable Transmission), dan bisa menyebabkan gejala slip di CVT-nya karena V-belt basah. Meski pada umumnya pabrik sudah mendesain sensor-sensor yang tersebar pada mesin itu terlindungi dari air, tetapi jika sensor itu terendam, sudah pasti terjadi korsleting. Kalau sudah begini jadi harus diagnosa ulang.

 

Jika tidak ada pilihan lain dan harus menerjang banjir, kamu harus melakukan teknik khusus agar air tidak masuk ke ruang bakar. Caranya dengan menahan gas di posisi yang membuat rpm tinggi. Kalau motor kamu kopling, kamu bisa memainkan kopling dan menahan gas di posisi gigi satu. Teruslah lakukan seperti itu, dan sebisa mungkin jangan berhenti. Risiko terburuknya, kampas kopling kemungkinan besar kena dan habis, namun biayanya cukup murah dibandingkan mesin mati di tengah jalan dan terjadi water hammer.

 

Saat kendaraan mati di tengah banjir, paling bijak adalah tidak menghidupkannya kembali, karena dikhawatirkan air sudah masuk ruang bakar. Bawa ke bengkel terdekat, copot busi, dan lubangnya disemprot angin bertekanan tinggi dengan harapan air keluar semua sampai habis. Yang juga penting adalah memperhatikan letak air intake. Pada sepeda motor sport injeksi biasanya terletak di tengah, atau di bawah jok. Kalau diperkirakan air tidak sampai posisi air intake, kemungkinan bisa melibas banjir. Tapi kalau sudah mencapai posisi itu, jangan sekali-kali menerjangnya.

Bahaya Standar Samping saat Parkir

POSTED ON December 23rd, 2017  - POSTED IN Berita

Salah satu keuntungan dalam menggunakan motor adalah kepraktisannya. Motor menawarkan segala kemudahan bagi pengendara di Indonesia, tidak perlu membuka pintu, pengendara bisa langsung duduk di jok dan melaju. Begitupun dengan parkir, cukup mengarahkan motor ke tempat yang telah disediakan, pasang standar, dan matikan kunci kontak, maka pengendara bisa langsung pergi. Bicara tentang kepraktisan, apakah kamu termasuk orang yang tidak mau repot dan memilih untuk memasang standar samping motor? Jika iya, sebaiknya ubah kebiasaan tersebut, karena meski standar samping lebih mudah dilakukan, risikonya juga banyak yang merugikan kamu. Simak penuturannya di bawah ini.

Pertama, standar samping dapat membuat motor yang terparkir tidak seimbang dan mudah jatuh, apalagi jika diparkir di jalan yang tidak rata, motor menggunakan standar samping akan mudah jatuh saat tersenggol. Bukan hanya berbahaya bagi motor kamu, tapi juga bagi motor yang terparkir di samping kamu.

Kedua, terlalu sering menggunakan standar samping berakibat kebocoran pada shockbreaker depan. Karena terjadi ketidak seimbangan, shockbreaker bagian kiri lebih banyak menerima beban, jadi lebih cepat rusak.

Ketiga, ketika menggunakan standar samping, posisi motor menjadi lebih condong ke kiri. Hal ini bisa membuat sisi sebelah kiri ban motor menjadi lebih cepat gundul. Dalam posisi ini, permukaan ban yang menyentuh aspal jadi lebih banyak dan dapat membuat tekanan angin di dalam ban lama kelamaan berkurang.

Selain itu, banyak pengendara yang seringkali lupa untuk menaikkan standar mereka setelah di parkir dengan standar samping. Tentu saja hal ini dapat membahayakan keselamatan kamu dan orang lain yang ada di jalanan, apalagi ketika motor berbelok dan condong ke samping.

Meskipun terkesan lebih ribet, sebaiknya ketika parkir kamu selalu gunakan standar tengah. Anggap saja ini demi kebaikan bersama, ketika menggunakan standar tengah keseimbangan dan umur kekuatan shockbreaker depan akan lebih lama. Selain itu standar tengah menangkal berbagai risiko yang bisa menimpa motor dan keselamatan kamu saat berkendara di jalan.

Ini Akibatnya kalau Filter Udara Motormu Kotor

POSTED ON December 22nd, 2017  - POSTED IN Berita

Filter udara di motor adalah komponen yang vital, yaitu untuk menyaring udara bebas dari luar yang akan masuk ke ruang pembakaran agar selalu dalam keadaan bersih, dimana udara ini akan dikabutkan yang dicampur dengan bahan bakar di dalam suatu komponen, yakni karburator. Tentu saja kamu pengendara motor mengetahui fungsinya dengan baik, tapi apakah kamu juga tahu bahayanya jika filter udara motormu tidak terawat, atau dibiarkan kotor begitu saja? Untuk mengetahuinya, simak penuturannya di bawah ini.

  1. Tarikan mesin berkurang

Hal pertama yang akan kamu rasakan adalah tarikan mesin yang terasa berat. Bagaimana tidak, jika filter udara kotor, maka otomatis jumlah pasokan udara menuju mesin akan berkurang akibat endapan kotoran pada permukaan filternya. Dengan berkurangnya udara yang dibutuhkan Karburator sebagai pencampur bahan bakar, maka yang terjadi adalah banyaknya bahan bakar tidak sebanding dengan udaranya, alhasil tarikan atau tenaga mesin akan tertahan.

  1. Bahan bakar boros

Risiko kedua berkaitan erat dengan penjelasan di atas. Alasannya akan ada kemungkinan pada sistem pengkabutan akan lebih banyak menggunakan bahan bakar dibandingkan udara yang akan disalurkan ke ruang bakar. Selain itu, logikanya jika tenaga mesin kamu berkurang, maka kamu memerlukan lebih banyak waktu untuk sampai ke tujuan. Ketika mesin bekerja lebih lama dari biasanya dengan RPM (Rotasi Per Menit) yang sama, maka pemakaian bahan bakar juga menjadi lebih banyak.

  1. Mesin tersendat

Seperti yang dijelaskan di atas, ketika saringan udara tidak lagi mampu menyaring udara, kotoran akan bebas masuk ke dalam mesin. Dalam jangka waktu lama, kotoran tadi akan mengendap pada komponen utama mesin. Apabila ini terjadi, maka kinerja mesin akan terganggu terutama mesin akan terasa tersendat pada RPM tertentu. Kejadian seperti ini juga dapat menyebabkan kerak pada ruang bakar yang tentu saja berdampak buruk bagi mesin motor.

  1. Suara mesin kasar

Jika filter sudah parah, filter bisa saja jebol atau rusak. Hal ini terjadi pada filter jenis kertas. Penyebabnya adalah ketika kondisi filter sudah kotor, namun tetap dipaksakan. Akibatnya aliran udara tersebut menjebol permukaan filter. Apabila hal ini terjadi, maka daya saring akan berkurang. Pengaruh yang dirasakan sudah pasti pada suara mesin yang lebih kasar dari biasanya.

Dari keempat risiko di atas, mungkin kamu telah merasakan atau familiar dengan salah satunya. Tentu saja kamu tidak mau motor kesayangan kamu mengalami hal-hal di atas, kan? Maka disarankan untuk saringan udara dibersihkan setiap 8000 km, dan harus diganti secara berkala setiap 10.000 km, interval ini juga harus disesuaikan dengan lokasi kamu. Tergantung seberapa berdebu udara di lokasi yang kamu sering lewati. Intinya kamu harus rajin melakukan perawatan motor, terutama pada filter udara.

Kontes Safety Riding Big Bike untuk Media

POSTED ON December 20th, 2017  - POSTED IN Acara, Berita

Jakarta, 19 Desember 2017 – Main Dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, PT. Wahana Makmur Sejati ajak media paham berkendara aman dengan motor Honda Premium, Honda Bigbike. Kegiatan pertama kali yang digelar untuk rekan media ini, tidak hanya berikan pengetahuan berkendara aman dengan HondaCMX500Rebel dan Honda CB500X , digelar juga kontes berkendara aman dengan kedua jenis Honda BigBike.

Diikuti oleh jurnalis dari media cetak dan online, kegiatan bertajuk “Safety Riding Competition for Journalist 2017” berlangsung di Safety Riding Center Wahana, Jatake, Tangerang pada Selasa (19/12). Selain dapatkan edukasi dan pemahaman tentang berkendara aman dan kampanye #Cari_aman, para peserta juga akan berkompetisi safety riding di track tersebut dengan beberapa sesi.

“Menyebarkan paham berkendara aman di semua segmen termasuk media. Meski akrab dengan safety riding kami coba menyegarkan kembali rekan media terkait dengan pentingnya berkendara aman,” papar Group Head Corporate Communication Wahana, Taryudin. Ditambahkannya, meski tidak banyak jumlah yang ikut terlibat, setidaknya dari peserta kompetisi yang pertama kali diadakan oleh Wahana ini dapat ‘ditularkan’ oleh para peserta kepada pengguna jalan lainnya.

Berlangsung sejak pagi hari, peserta mengikuti pengarahan pada setiap kompetisi yang berjalan. Adapun kompetisi yang digelar adalah slalom course dan papan keseimbangan atau narrow plank. Tim Safety Riding Promotion (SRP) Wahana juga sambut baik kegiatan yang dilakukan untuk jurnalis media massa yang banyak berasal dari media yang fokus di bidang otomotif. “ Unik, kegiatan ini akan menjadi ajang yang pas untuk berikan pemahaman tentang berkendara aman khususnya menggunakan Honda BigBike. Jadi media juga wajib mengetahui bahwa mengendarai motor besar ini berbeda dengan sepeda motor yang umum,” jelas Head of Safety Riding Promotion, Agus Sani.