MENU NAVIGASI

Archive : Tag

Kenyamanan Berkendara Dimulai Dari Posisi Duduk yang Baik

POSTED ON March 9th, 2017  - POSTED IN Berita

Pernahkan anda mengalami masalah saat berada diatas motor kesayangan seperti rasa sakit yang disebabkan oleh posisi duduk yang tidak benar? Jika iya, maka sebaiknya anda harus memeriksa kembali dan mengatur ulang posisi duduk diatas motor karena kenyamanan berkendara dimulai dari posisi duduk yang baik.

Seperti yang sudah kita tahu bahwa sepeda motor dibuat secara masal dengan model yang sudah dirancang sedemikian rupa. Model sepeda motor tersebut tentunya sudah memperhatikan kenyamanan yang akan didapatkan oleh para penggunanya. Namun, bagi beberapa orang  yang memiliki posisi duduk yang kurang baik dengan motor pabrikan, tak ada salahnya untuk mengatur beberapa komponen agar menyesuaikan dengan kenyamanan yang kita butuhkan.

Idealnya, posisi duduk yang baik saat berada diatas motor adalah posis duduk yang  santai dan rileks. Duduk yang tegang akan membuat berkendara menjadi cepat capek. Usahakanlah untuk menitik beratkan tumpuan motor pada kedua tangan dan kaki saja agar selama berkendara tetap terasa nyaman.

Cari Posisi Yang Anda Butuhkan

Untuk mencari tahu posisi duduk yang baik bag anda, cobalah untuk duduk diatas sepeda motor dalam kondisi mesin mati. Pegang stang dan injak pedal menggunakan kedua kaki, lalu cari tahu bagian mana yang anda rasa kurang nyaman? Apakah stangnya terlalu panjang atau tinggi? Atau joknya yang kurang bersahabat sehingga membuat anda merasa cepat pegal saat berkendara? Jika masalahnya sudah ditemukan, cobalah untuk memperbaiki hal tersebut.

Bagian Mana yang Sakit?

Setelah menyetel ulang komponen dengan posisi yang anda inginkan, masihkah ada bagian tubuh yang terasa sakit atau tidak nyaman saat berada diatas motor? Dengan posisi  yang benar, seharusnya tangan dan kaki lah yang menjadi tumpuan selama berada diatas motor. Jika masih merasa sakit atau kurang nyaman dengan posisi yang sekarang, jangan ragu untuk merubah komponen pada motor dan menyesuaikannya dengan apa yang anda mau.

sumber gambar: megapro-probolinggo.com

Sehat Tidaknya Motor, Bisa Dicek dari Businya!

POSTED ON May 25th, 2015  - POSTED IN Berita

Tahu peribahasa “Dalam Badan yang Kuat terdapat Jiwa Yang Sehat”?

Nah kalau di motor sih, “Dalam Performa Motor yang Kuat terdapat Busi yang Sehat!”

 

Bang Mpok udah tau fungsi busi kan? Walaupun kecil, kalau rusak dijamin motor gak bakal nyala. Sebab fungsi utama dari busi adalah memantik api di dalam ruang pembakaran motor yang berada di silinder head. Untuk bisa jalan, campuran bensin dan udara bakal dibakar tuh sama busi.

Cara ngeliat kondisi pembakaran di busi gimana? Sebenarnya sederhana. Kalau Bang Mpok masih menggunakan motor tipe bebek atau sport, bisa langsung mencopot busi yang berada di sebelah kanan silinder head. Yang repot kalau Bang Mpok menggunakan motor matik. Mau gak mau harus lepas bodi dulu, sebab blok silindernya tertutup oleh bodi motor.

Melepas busi juga gampang kok Bang Mpok. Gunakan aja kunci busi yang udah disediakan di toolkit. Pertama, cabut kop kabel busi. Putar berlawanan arah jarum jam buat ngelepasinnya. Kalau udah kebuka, tinggal dicek aja kondisi elektroda busi, alias ujung busi yang ”nancep” ke dalam ruang pembakaran. Diliat baik-baik warnanya. Sebab hal ini yang menentukan mesin motor sedang sehat atau tidak.

  1. Warna elektroda kecokelatan/merah bata. Tandanya pembakaran optimal. Bang Mpok gak perlu kuatir.
  2. Warna elektroda menghitam. Tanda campuran udara dan bensin tidak seimbang. Lebih banyak bensinnya alias terlalu kaya. Efeknya, konsumsi bahan bakar meningkat, alias boros.
  3. Warna elektroda memutih. Tanda kalau campuran udara dan bensin lebih banyak udaranya. Efeknya, motor bakalan lebih cepet panas. Kalo mesin kepanasan, gak bagus buat daya tahan komponen di dalam mesin. Jadi cepat rusak
  4. Warna elektroda hitam dan dipenuhi oli. Ini yang bahaya, sebab indikasi oli masuk ke ruang bakar karena ring piston udah jelek atau liner piston yang udah baret. Oli yang ikutan terbakar bikin motor Bang Mpok jadi ngebul asap putih. Kalo didiemin terus terusan, oli motor Bang Mpok bisa habis.

Nah, sering-sering aja dicek busi motornya yah Bang Mpok! Biar tau motornya lagi sehat apa nggak.

Tips Melewati Perlintasan Kereta Api

POSTED ON May 22nd, 2015  - POSTED IN Berita

Abang Mpok masih inget nggak kecelakaan di perlintasan kereta api Bintaro beberapa waktu lalu? Nah, Di Jakarta ini kan banyak banget perlintasan rel KA. Ada tips nih buat Abang Mpok yang sering melewati perlintasan kereta api.

Yang pertama tentunya turunkan kecepatan motor Abang Mpok hingga maksimal 20 km/jam menjelang perlintasan kereta api. Pertahankan konsentrasi Abang Mpok ya! Soalnya terkadang suara sirine tidak terdengar, apalagi kalau jalanan lagi rame.

Kalau sirine sudah berbunyi tapi palang perlintasan belum menutup, Abang Mpok berhenti saja. Daripada terjebak di tengah rel. Ketika kereta sudah lewat dan pintu palang sudah terbuka, jangan langsung menggeber motor Abang Mpok ya. Pelan-pelan aja dulu. Di rel kereta api kan banyak batu-batuan juga.

Lalu perhatikan arah lintasan rel agar roda tidak selip, terutama jika kondisi jalanan habis hujan. Kecepatan maksimal masih 20 km/jam ya Bang Mpok.

Oh ya, kalau motor Abang Mpok mogok ketika melintasi perlintasan, jgn panik. Netralkan gigi dan segera dorong menjauhi perlintasan. Mogok di perlintasan KA disebabkan faktor elektromagnetik di rel yang mempengaruhi kinerja busi. Bukan faktor mistis ya Bang Mpok! Kalau sudah menjauh dari rel kereta api, pasti motor bisa dinyalain dengan normal lagi.

Yang paling penting, Abang Mpok harus tetap tertib berkendara. Jangan mengambil jalur berlawanan ketika melintasi perlintasan KA! Sebagai Honda Lovers Abang Mpok bisa dong jadi contoh buat pengguna jalan lain saat melintasi perlintasan KA.